Asuransi Kesehatan Swasta Syariah

Asuransi Kesehatan Swasta Syariah

Hidup adalah sebuah misteri yang tidak terpecahkan sampai kapan pun juga. Mati, sakit, celaka, jodoh dan rezeki adalah suatu yang tak pasti datangnya pada seseorang. Bisa esok hari, sekarang atau bulan depan. Namun yang menjadi pembahasan pada pagi hari yang dingin ini adalah soal risiko kesehatan pada setiap manusia.

Siapa sih yang bisa menjamin hidupnya tidak akan pernah terkena sakit? Setiap orang tak bisa menjamin ia akan sehat. Suatu saat yang tak pasti, ia bisa terkena suatu penyakit. Baik melalui penularan dari orang lain ataupun pola hidup yang tak sehat. Namun semua itu kembali kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Memang hidup manusia tak dapat dilepaskan dari namanya resiko. Ketika ia bangun pagi sampai ia tidur, semuanya resiko terserang penyakit akan tetap ada. Ketika ia berangkat kerja maka resiko kecelakaan di jalan bisa terjadi.  Di tempat kerja bisa terkena resiko kecelakaan kerja. Atau saat pulang kerja beresiko mendapatkan kecelakaan lalu lintas.Untuk mengantisipasi segala risiko kejadian terburuk itu yang bisa merugikan manusia dibutuhkan sebuah proteksi jaminan seperti asuransi.

Asuransi Kesehatan Swasta Syariah

Jika anda ingin melindungi dari resiko sakit maka anda bisa mengambil asuransi kesehatan Prudential dan penyakit kritis. Apabila anda ingin menjamin pendidikan anak sampai perguruan tinggi maka sobat bisa mengambil asuransi pendidikan. Dan lain sebagainya. Setiap asuransi mempunyai peruntukan sendiri. Tinggal anda memilihnya yang sesuai keperluan sobat.

Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan Swasta

Di Indonesia sendiri terdapat dua macam asuransi kesehatan, antara lain:

1.Asuransi kesehatan Sistem Syariah

Apa sih yang dimaksud dengan asuransi kesehatan syariah? Yaitu sebuah proteksi atau perlindungan diri terhadap biaya kesehatan yang mahal jika seseorang sakit. Perusahaan asuransi yang akan membayarnya secara langsung secara tunai atau cashless. Mekanisme kerja dari mulai pendaftaran, pengelolaan sampai pencairan klaim dilakukan secara syariah atau berdasarkan kaidah hukum Islam yang mensyaratkan kehalalan dan manfaat bagi masyarakat.

2.Asuransi Kesehatan Konvensional

Asuransi kesehatan konvensional dalam pelaksanaannya tidak mengacu kepada hukum Islam. Namun atas peraturan negara. Sehingga tak aneh jika dalam asuransi kesehatan umum terjadi campur baur antara riba, perjudian  dan hal terlarang lainnya. Bagi seorang muslim hal itu terlarang sehingga lebih memilih asuransi kesehatan sistem syariah.

Persamaan dan Perbedaan Asuransi Kesehatan Syariah dan Konvensional

Adapun yang menjadi persamaan antara asuransi kesehatan syariah dan konvensional adalah keduanya mempunyai upaya yang sama dalam rangka melindungi atau menghadapi resiko kesehatan yang memburuk. Sehingga apabila nasabah sakit tak perlu membayar biaya kesehatan seperti biaya cek medis, biaya obat, biaya rawat inap dan lain-lain. Sebab perusahaan asuransi kesehatan yang menanggungnya berdasarkan perjanjian awal.

Disamping itu, perbedaan tampak pula dari berbagai segi. Yang sangat panjang untuk diuraikan satu persatu baik dalam segi teknikal maupun fundamental. Untuk perbedaan yang nyata adalah dari segi akad, transaksi, perjanjian awal, sistem premi, niat dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, anda dapat mengenal asuransi kesehatan syariah terlebih dulu.

Pengertian Asuransi Kesehatan Syariah

Para ahli berbeda pendapat tentang pengertian asuransi kesehatan syariah secara istilah. Sedangkan menurut bahasa semuanya sepakat. Asuransi berasal dari bahasa Inggris yakni insurance yang maknanya pertanggungan. Dalam hal ini sebuah instrumen pertanggungan dari segala resiko penyakit dan gangguan kesehatan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asuransi adalah suatu bentuk pertanggungan biaya dari segala resiko. Dengan terlebih dahulu kedua belah pihak antara nasabah dan perusahaan asuransi saling mengadakan perjanjian atau perikatan. Bentuk hasil perikatan adalah nasabah diwajibkan membayar premi per bulan. Dan perusahaan asuransi wajib membayar biaya pertanggungan jika nasabah melakukan klaim sesuai prosedur yang berlaku.

Secara sederhana, asuransi kesehatan syariah adalah suatu perlindungan terhadap biaya kesehatan sesama komunitas dalam satu agama Islam. Yang mana semua peserta sepakat untuk saling tolong menolong dan saling melindungi. Namun komunitas ini memberikan ketentuan setiap anggota diwajibkan membayar premi bulanan. Dana bersama inilah yang kelak diberikan pada mereka yang terlebih dahulu mengalami musibah sakit atau kecelakaan.

Pengalaman Asuransi Kesehatan Syariah

Selama ini pengalaman nasabah menggunakan asuransi kesehatan syariah aman-aman saja. Tak ada kasus yang besar. Namun jika anda salah dalam mengambil asuransi syariah maka anda bisa mengalami kerugian. Misalkan asuransi syariah abal-abal. Dalam arti, bungkusnya syariah tapi di dalam pelaksanaan jauh dari nilai-nilai Islam.

Popularitas asuransi kesehatan syariah dimanfaatkan sebagian orang dengan membuka bisnis asuransi kesehatan dengan label syariah. Padahal di dalamnya tidak mengandung unsur syariah. Ia membuat asuransi syariah untuk meraup keuntungan besar. Karena sangat mudah untuk mendapatkan nasabah dari asuransi berlabel syariah. Disebabkan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan mereka ingin menerapkan muamalah secara kaffah. Apakah cara ini dibolehkan? Tentu tidak boleh.

Dasar Hukum Asuransi Kesehatan Swasta Syariah

Mengenai dasar hukum asuransi kesehatan syariah adalah berdasarkan al Quran dan hadits Rasulullah saw. Orang-orang yang beragama Islam diwajibkan untuk menjauhkan diri dari perjudian, minuman keras, riba, perundian untung-untungan karena semua itu perbuatan setan. Termasuk dalam hal ini asuransi kesehatan harus menghindarkan dari hal terlarang itu.

Sebagai orang beriman juga diwajibkan untuk saling tolong menolong dalam kebajikan. Dan jangan tolong menolong dalam keburukan. Dalam hal ini asuransi kesehatan adalah sebuah bentuk upaya tolong menolong dalam kebaikan. Seseorang yang mendapatkan musibah kecelakaan atau sakit ditolong oleh sesama anggota komunitas dalam bentuk keuangan. Sehingga penderitaan orang lain dapat diringankan.

Untuk memastikan suatu asuransi kesehatan dilaksanakan sesuai prinsip syariah maka Pemerintah menunjuk Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk memastikan asuransi itu dapat disebut asuransi syariah. Apabila sudah tak melaksanakan prinsip syariah maka status asuransi syariah tersebut dapat dicabut setelah diperingatkan terlebih dulu.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat muslim Indonesia terhadap asuransi kesehatan syariah membawa angin segar bagi dunia perekonomian di tanah air.  Karena mampu menggairahkan kegiatan ekonomi yang baik dan sehat. Sebab agama Islam mengharuskan setiap muamalah dilakukan saling menguntungkan dan tidak adanya unsur penipuan.

Berdasarkan penilaian penulis di lapangan, asuransi kesehatan syariah lebih menjanjikan dan menguntungkan. Dalam satu komunitas terjalin hubungan erat laksana satu persaudaraan atas nama Islam. Satu sama lain saling membantu sesama muslim. Jika yang satu sakit maka nasabah yang lain merasakaan kesakitan. Itulah prinsip asuransi dalam Islam.

Selain itu, asuransi kesehatan syariah yang memproteksi biaya kesehatan maka semua berjalan sesuai prinsip agama Islam yang adil dan saling membantu dan menguntungkan. Sangat mungkin anda mengalami kerugian akibat mengikuti asuransi kesehatan konvensional. Akan tetapi, dengan mengambil asuransi kesehatan syariah anda akan jauh dari kerugian. Baik itu kerugian di dunia maupun akhirat.

Kesimpulannya, asuransi kesehatan syariah menerapkan sistem berbagi risiko antara sesama nasabah. Adapun asuransi konvensional hanya memindahkan resiko pada perusahaan asuransi. Apabila anda membutuhkan asuransi kesehatan sistem syariah maka anda bisa mengambil asuransi kesehatan syariah Prudential yang terdiri-dari berbagai macam dan manfaat.